Jumat, 22 Januari 2016

Aeon Mall dan Apartemen Saffron Akan Hadir di Sentul City, Bogor

 

Setelah membangun mall pertama di kawasan BSD City, AEON Mall akan memperlebar sayapnya di Sentul CIty. PT Sentul CIty Tbk dan PT AEON Mall Indonesia mengumumkan bahwa keduanya telah menyetujui perjanjian sewa menyewa jangka panjang mengenai pembangunan AEON Mall di Sentul City. Perjanjian ini disetuji pada 25 September 2015 silam. Perjanjian jangka panjang ini berisi Sentul City akan membuat mall seluas 100.000 m2 dan menyewakannya kepada AEON selama 20 tahun. AEON yang ada diposisi penyewa memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan operasi mall tersebut.

AEON Mall Sentul City akan berada di kawasan Central Business District (CBD) di Sentul City. Area CBD ini memiliki luas 8,8 hektar, dan 430.000 m2 akan dibangun superblock. Sentul City akan membangun 4 tower apartemen, 1 gedung perkantoran, dan 1 hotel berbintang lima yang akan berdampingan langsung dengan mall.
Nantinya, akan ada AEON 1 dan AEON 2 yang akan terhubung oleh jembatan. AEON 2 ini akan ada superblock 2. Pembangunan superblock 1 dimulai sejak Rabu, 28 Oktober 2015 dan pembangunannya akan berkelanjutan. Untuk AEON Mall 1 sendiri dipastikan sudah bisa beroperasi di tahun 2018.
Sebagai penanda dimulainya pembangunan diadakan acara seremoni groundbreaking yang dibuka oleh Keith Steven Muljadi (President Director PT Sentul City Tbk), Chiba Seiichi, (Chief ASEAN Business Officer PT Aeon Mall Indonesia), dan Nurhayanti, (Bupati Kabupaten Bogor). Acara ini berlangsung di kawasan Central Business District (CBD) Sentul City, Bogor, Rabu (28/10).

Mengenai konsep AEON Mall nya sendiri, mengikuti spesifikasi seperti di AEON di Jepang seperti akan ada roof garden, pengelolaan udara, sistem daur ulang air, dan lain-lain. Menyasar kelas menengah dan menengah ke atas, pihak AEON memperkirakan akan ada 250 tenant yang akan menyewa tempat dan pihaknya juga akan memboyong beberapa tenant dari Jepang.

Saat ini AEON Mall terdapat 3 lokasi, pertama di BSD City, kedua di Jakarta Garden City (sedang dibangun), dan ketiga di Sentul City. Kedepannya, AEON menargetkan akan ada 10 mall di Indonesia. Lokasi AEON Mall yang ada di sub-urban dan jauh diperkotaan merupakan salah satu startegi yang diterapkan oleh PT AEON Mall Indonesia. “Konsep ini kami pakai di Jepang dan kami coba terapkan di Indonesia. Tujuannya untuk menggaet konsumen yang lebih besar lagi,” ujar Chiba Seiichi, Chief ASEAN Business Officer AEON Mall Co. Saat ini, AEON telah membangun 150 mall di Asia.

 Investasi untuk membangun superblock 1 adalah Rp 3 triliun dan untuk investasi AEON Mall sendiri berkisar Rp 1,2 triliun.
Dengan adanya AEON Mall di superblock ini, Sentul City diharapkan akan menjadi kota yang mandiri yang masyarakatnya dapat tinggal, belajar, dan juga bekerja di satu kawasan. Sentul City masih memiliki 1.800 hektar lahan yang masih dikembangkan lagi.
“Dengan rasio penghijauan 60% di Sentul City, kami menjadi acuan pengembang lain untuk menawarkan kualitas hidup premium, pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan dan melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Keith Steven Muljadi, CEO PT Sentul City, Tbk.

Sentul City memberikan kesempatan bagi investor yang ingin berinvest di Area AEON Mall.. Sentul City menawarkan Apartemen SAFFRON. Apartemen dengan fasilitas terlengkap dan memiliki kolam renang residence terpanjang di indonesia saat ini dengan panjang mencapai 200m. Nilai investasi di Apartemen ini bisa meningkat lebih tinggi di banding apartemen lainnya di daerah Sentul City, mengingat kelengkapan fasilitas, berada di Super block, berdekatan dengan pusat perkantoran dan jarak terdekat ke Tol Jagorawi.
 
Private Launching akan dilaksanakan tanggal 30 Januari 2016, dengan hanya NUP sebesar Rp 5.000.000,- investor sudah mendapatkan kesempatan memiliki Apartemen SAFFRON. "Memiliki apartemen SAFFRON merupakan pilihan yang tepat untuk investasi apartement di Sentul City", ujar Keith Steven Muljadi, CEO PT Sentul City, Tbk. (By Fix)

 

 

 

 

 

Rabu, 20 Januari 2016

DPD Perindo Kota Bogor Belum Dapat Dikatakan Bubar

Pemunduran diri Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Kota Bogor tidak dapat mempermanenkan pembubaran partai tersebut di Kota Bogor. Hal tersebut diungkapkan Sandi Muhammad Ilham selaku Wakil ketua 1 / Wakil Ketua OKK DPD Perindo Kota Bogor.

Sandi mengungkapkan terkait pemunduran itu sah sah saja. “Hak semua jika ingin keluar atau untuk bergabung, artinya silahkan saja jika ingin keluar. Namun tidak mengatas namakan Partai. Apalagi mengatakan Partai Perindo Kota Bogor bubar. Ini kan sudah sangat tidak elok di mata masyarakat yg memang menjadi kader partai. Pada dasarnya pengurus di tubuh DPD tidak semuanya mengundurkandiri,” jelasnya.

Selain itu, Sandi mengungkapkan mengenai jumlah kepengurusan dan jumlah kader.
“ Adakalanya etika politik juga harus santun terhadap tindakan. Masalahnya jika nama pribadi yg memundurkan diri bukan 1 bulan atau 1 tahun yang akan tercatat dalam sejarah galery politik di kota hujan. Namun akan terekam dan akan selalu menjadi bahan pembicaraan di setiap zamannya. Maka dari itu sangat disayangkan jika pemundurandiri dikaitkan dengan pembubaran partai. tentunya hal tersebut adalah tidak benar. Di DPD masih ada yg tetap jadi pengurus . Kemudian 6 DPC pun tidak memundurkan diri. Dan 1000 kader itu tidak ada yg memundurkan diri,” pungkas sandi.

sumber :(Sofwan)radaronline.

 

 

Kamis, 14 Januari 2016

Pemberlakuan Sistem Satu Arah 

Seputar Kebun Raya Bogor Molor Lagi

 


Pemerintah Kota Bogor mengaku belum siap menerapkan sistem satu arah (SSA) di seputar Kebun Raya Bogor karena perencanaan yang belum matang. Selain kesiapan infrastruktur belum terpenuhi, penanganan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Otista serta jalur yang dijadikan jalan alternatif juga masih dibahas.

"Kalau terburu-buru bukan menyelesaikan masalah, tapi malah menambah masalah baru, terutama PKL dan angkot," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Senin 11 Januari 2016, di Bogor, Jawa Barat.

Meski demikian, Bima menargetkan SSA sesuai arah jarum jam dilaksanakan antara Maret dan April mendatang. Penerapan satu jalur berdampak positif bagi Kota Bogor. Salah satunya sebagai solusi mengatasi kemacetan di beberapa ruas jalan sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan.
"Soal waktu direalisasikannya SSA semua sudah sepakat. Jadi, mulai sekarang semua perencanaan harus matang. Tapi saya minta jangan ditunda-tunda lagi," ucap Bima.
Kepala DLLAJ Kota Bogor Achsin Prasetyo mengatakan, rekayasa arus lalu lintas di seputar Kebun Raya harus betul-betul matang, terutama dalam hal infrastruktur. Itu disebabkan terdapat beberapa persimpangan yang menjadi pertemuan kendaraan dari berbagai arah. Di antaranya Simpang Jalan Pajajaran-Jalak Harupat, Simpang Bogor Trade Mal, Simpang Jalan Juanda, Simpang Paledang, dan Jalan Sudirman.

"Setiap persimpangan perlu dibenahi infrastruktur serta jalan harus steril dari PKL dan penataan ulang parkir badan jalan," kata dia.

Setelah PKL ditertibkan, Pemkot Bogor juga harus membangun sejumlah fasilitas selasar untuk calon penumpang angkot, dan membuat jalur lambat untuk angkot. Achsin mengaku sudah mengkaji pemberlakuan SSA. Targetnya, sistem satu arah dapat mengurai kemacetan di beberapa titik sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan.

 By: Achmad Sudarno..

Rabu, 13 Januari 2016

Walikota Bogor Bersihkan Sampah Bekas PKL 


Walikota Bogor Bima Arya kembali turun ke jalan. Selasa (12/1/2016) pagi, giliran Jalan Otista yang dipantau Bima guna memastikan kebersihan dan kelancaran lalu lintas. Bima yang didampingi Direktur PD Pasar Pakuan Jaya Andri Latif, Kabag Humas Encep Moch. Ali Alhamidi dan Kepala Kantor Satpol PP Eko Prabowo, terjun langsung membersihkan sampah yang ditinggalkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Otista.

Peninjauan dilanjut ke dalam Pasar Bogor. “Saya ingin memastikan, pada jam 6 pagi kawasan ini sudah clear supaya lalu lintas tidak macet,” katanya.

Untuk itu kegiatan PKL di kawasan tersebut akan terus diawasi setiap hari. Selain itu, kunjungan tersebut dilakukan terkait dengan pembenahan kawasan Suryakencana dan Pasar Bogor. Khususnya untuk menyiapkan konsep relokasi PKL, penataan pedagang sayur, buah dan parkir.
Bima berharap, para pedagang disini bisa bekerjasama PD Pasar. “ Saya percaya para pedagang akan bisa bekerjasama, karena ini untuk kepentingan semua, ” pungkasnya.

TEKS FOTO : Walikota Bima Arya terjun langsung membersihkan sampah bekas PKL di Jalan Otista
Sumber : (iso/rel).bogornews.com


Selasa, 12 Januari 2016

Budi Anduk Meninggal Dunia

  Komedian Budi Anduk dikabarkan meninggal dunia, Senin (11/1/2016) di Rumah Sakit Dharmais Jakarta. Kabar tersebut diperoleh dari Twitter salah seorang sahabat Budi Anduk, Maman Suherman.

Di Twitter, wartawan yang juga pengisi acara Indonesia Lawak Klub itu mengabarkan meninggalnya komedian berusia 47 tahun tersebut.

 "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka atas wafatnya sahabat kami, anggota @PP_PasKI Budi Anduk," cuit Maman beberapa menit yang lalu.

Sebelumnya, Budi Anduk mengalami sakit parah sehingga dirawat di CVCU (Cardio Vascular Care Unit), ruangan khusus untuk menangani masalah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Berbagai ungkapan duka pun langsung ramai di media sosial. Seperti dari beberapa komika dalam ‘NGENEST’ movie.

"Selamat jalan dan beristirahat dengan tenang Bang Budi Anduk. Semoga amal ibadah diterima di sisi-Nya," tulis ‏@Arie_Kriting.

Pemberitaan mengenai kondisi Budi Anduk memang tengah ramai di media massa. Budi dikabarkan menderita sakit paru-paru sejak beberapa hari lalu. Namun sayangnya, pihak keluarga seakan tertutup mengenai kondisi komedian yang populer lewat acara Tawa Sutra

Budi Anduk memiliki nama lengkap Budi Prihatin kelahiran Jakarta, 6 Februari 1968. Wajah Budi Anduk pertama kali dilihat di acara komedi Ngelaba dengan trio Akrie, Parto dan Eko. Namun di Ngelaba, nama Budi Anduk belum begitu dikenal.
Nama Budi baru benar-benar dikenal setelah membintangi acara komedi Tawa Sutra bareng Pepi, Arie K. Untung, almarhum Ade Namunung, Aldi Taher dan Sabria Kono.

Selamat Jalan Saudaraku, semoga amalmu diterima Allah, Dosa-dosamu di ampuni Allah dan dimasukan ke dalam surga Allah... Amiin 

Senin, 04 Januari 2016

SELAMAT TAHUN BARU 2016

Masa lalu adalah sejarah
Hari ini adalah Goresan
Hari esok adalah harapan
selamat datang tahun 2016
Seiring perginya kenangan
Menyambut harapan

Semoga di tahun baru 2016
Semua harapan yang tertunda bisa jadi kenyataan
dan Target bisa tercapai lebih baik lagi..
Amiin
 

Jumat, 13 April 2012


 Membangun Student Center sebagai Gedung Energy Plus Pertama di Indonesia, Universitas Bakrie Memulai Komitmen Gaya Hidup “Go Green”

Hari kamis, 12 April 2012 di Hotel Aston Bogor Nirwarna Residence, Yayasan Pendidikan Bakrie menyelenggarakan Peresmian Kerjasama Pembangunan Student Center Universitas Bakrie, gedung Energy Plus pertama di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan listriknya, gedung tersebut akan menggunakan sumber daya yang dapat diperbaharui dan dihasilkan sendiri, selain itu gedung ini juga akan menghasilkan energi tambahan yang bersih untuk lingkungan sekitarnya, disebut juga Energy Plus Building.

Peluncuran hari ini didahului dengan penyerahan MoU antara Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral , Yayasan Pendidikan Bakrie dan program Energy Efficiency in Industrial, Commercial and Public Sector (EINCOPS)1, yang merupakan bagian dari program Environmental Support Program, dibawah pengawasan bilateral dari Kementrian Luar Negeri Denmark kepada pemerintah Indonesia. MoU tersebut menandakan kerjasama antara tiga pihak terkait dalam mengimplementasikan audit desain energi, yakni sebuah proses untuk mempelopori penggunaan efisiensi energi yang dimulai dengan pembangunan gedung Student Center Universitas Bakrie di kampus Bogor.

Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ike N. Bakrie mengatakan, “Sebagai yayasan yang bertanggung jawab penuh dalam pembangunan dan kegiatan Universitas Bakrie, kami merasa terhormat atas terciptanya kerjasama yang sangat baik dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan tentunya dengan Kementrian Luar Negeri Denmark melalui EINCOPS. Kolaborasi ini akan sangat bermakna tidak hanya bagi pihak-pihak yang terkait, namun dalam skala lebih besar, bagi masyarakat Indonesia dan Denmark.”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Jero Wacik mengatakan, “Pembangunan gedung Energy Plus ini sejalan dengan apa yang saat ini sedang kami promosikan yakni budaya menghemat energi dan air sebagai tindak lanjut dari Keputusan Presiden no. 13 tahun 2011 mengenai Penghematan energi dan air. Hal ini dilakukan dengan cara memanfaakan bahan bakar dan listrik secara efisien, dan harus dimulai dari diri kita sendiri dengan tidak menggunakan air dan energi secara berlebihan.

Tujuan pembangunan gedung student center ini adalah untuk mengimplementasikan sebuah gedung seluas 2.000 m2 dengan penggunaan energi negatif atau yang biasa disebut dengan gedung energi plus, berdasarkan bahan EE (Energy Efficiency), perlengkapan, manufaktur dan desain Denmark, serta pembiayaan dibawah pengawasan para investor dari Denmark. Proyek ini akan menjadi model solusi energi yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi contoh bagi sektor publik maupun swasta di Indonesia.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Borge Petersen mengatakan, “Ambisi dari Yayasan Pendidikan Bakrie untuk mendesain dan membangun gedung Energy Plus di Indonesia dengan fokus pada efficiency energy perlu disambut dengan baik. Kerjasama ini merupakan bagian dari tujuh audit energi dibawah program pilot projects untuk sektor gedung dan bangunan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dengan dukungan pemerintah Denmark. Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong lebih banyaknya proyek energy effiency di Indonesia.”

Secara keseluruhan kolaborasi ini akan membawa dampak langsung yang positif seperti penghematan bahan bakar fosil dan karbondioksida, memperkenalkan desain Renewable Energy (RE) and Energy Efficiency (EE) dalam sektor pembangunan, membuka pintu ekspor bagi industri Denmark, membuka hubungan baik untuk kesempatan ekspor di masa depan, mengaitkan industri manufaktur EE dan RE Denmark dengan pembiayaan, dan akhirnya menghasilkan energi yang sinergis di kampus antara Denmark dan Indonesia dalam pembangunan tahap kedua.

Co-Team Leader EINCOPS Jakarta Melany Tedja mengatakan, “Energi efisiensi merupakan bentuk investasi dalam pemanfaatan energi, pembangunan, perilaku dan iklim ramah lingkungan. Hal ini lebih dari sekedar perubahan dalam infrastruktur; ini merupakan perubahan paradigma. Berdasarkan hal tersebut, EINCOPS berniat mempromosikan energi efisiensi di Indonesia dengan mendukung proses audit kepada delapan institusi sebagai proyek percobaan (pilot projects). Kami menyambut baik komitmen Yayasan Pendidikan Bakrie sebagai institusi pendidikan terkait Energy Plus Building, sebuah komitmen yang tidak hanya berinvestasi dalam pembangunan gedung, tapi juga dalam praktek-praktek efisiensi dan ramah iklim.
Universitas Bakrie menyambut kesempatan ini dengan komitmen untuk memulai perilaku “Go Green”.

Keseluruhan kampus di Bogor akan menjadi sebuah karya seni dengan fasilitas dan teknologi terbaru yang ramah lingkungan, arsitektur bangunan dan landscape didesain untuk menimalisir dampak negatif kepada lingkungan sekitar. Penggunaan koridor-koridor besar untuk memaksimalkan aliran udara alami dan mendorong cross ventilation, energi surya sebagai sumber listrik utama, dan penggunaan air daur ulang adalah beberapa sistem yang akan diimplementasikan untuk memastikan praktek-praktek hemat energi dan ramah lingkungan.

“Kami berbangga hati mengumumkan bahwa Student Center Universitas Bakrie akan menjadi salah satu gedung yang ditunggu-tunggu pembangunannya karena ini merupakan sebuah inovasi dan terobosan dalam konsep Energy Plus, pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Ide ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi universitas kelas dunia yang mendorong praktek-praktek ramah lingkungan dan tanggung jawab social,” tutup Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W.Alisjahbana, M.Sc, Ph.D.